Pages

Rabu, September 04, 2013

Every 5 pm

Sudah hampir 5 bulan sejak aku memutuskan resign dari pekerjaanku di cikarang, dan menjadi ibu rumah tangga, mengikuti suamiku yang mencari nafkah di surabaya. Ada perasaan yang janggal setiap menjelang jam 5. Aneh.. ini terlalu aneh.. saat aku melihat awan di atas jemuran, hatiku seperti teriris oleh sekeping nostalgia. Pedihh, layaknya zaskia gotik yang ditipu oleh Calon suaminya yang ternyata duda anak dua. Meskipun hanya 1 tahun 2 bulan lamanya aku merantau, aku seperti belum bisa beranjak dari masa lalu, dan mencoba gagah di tempat baru. Tidakk..
Jam 5 sore ialah ibarat waktu mistis. Saat itulah bel kantor berbunyi, waktunya pulang, kemas-kemas, lalu teman kantor saling bersahutan, seperti "loh, pulang sekarang? naik bis? Ikuttt.." atau "nanti aja, sejam lagii lo pulangnya, tanggung OT sekalian" atau bisa juga "OT aja yukk, belum full ni".. hemmm.. suara-suara sepeti besi diseret itu membuatku rindu. pulang jam 5 sore itu keajaiban untuk buruh gila OT seperti kami. Naik bis bersama pegawai lainnya, sambil memandang jalanan jababeka yang macetnya minta ampun, lalu turun bis bersama orang yang itu-itu saja.. turun di persimpangan pangkalan ojek, bertegur sapa dengan mas laundry langganan, lalu belok kiri, sampai depan kos tercinta. Ngobrol-ngobrol dengan teman kos, sambil makan di depan tivi. Acaranya apalagi kalau buka "Tukang bubur naik haji" favorit ester. Pasti aada aja yang digosipin. Sampai bosan sampai akhirnya ingin istirahat, waktunya masuk kamar sesempit kandang ayam petelur dan tutup pintu.
tetapi apa nyana, teman kos selalu dobrak pintu kamarku, curhat sampai aku ketiduran dan belum sempat ganti seragam. Sampai aku tercengang, Itu orang apa jangkrik, ngomong engga berhenti-berhenti? ohh ternyata orang, temen kosku tersayang.. yuu begitulah.
Tapi sekarang sejak kenaikan tarif kos, sesuai kebijakan ibu kos yang belum nikah-nikah padahal uda jadi direktur besar, dan orasi kami tidak didengarkan, kami menggeliat layaknya cacing dipanasin, reformasi terjadi. Grup wasap yang berisikan anggota kos barbar, berubah, menjadi penghuni kos lain.. tapi grup tetap tidak dihapus.
Ahhhh.. aku kangen masa-masa itu. Meskipun kulitku yang lembut ini harus berjuang melawan polusi dan ketidak adilan abang ojek dalam menentukan tarif. Aku rindu masa-masa bersenda gurau dengan rekan kerja, teman kos dan telpon-telponan sama pacar menjelang tidur..
Begitulah, aku yang dulu bukanlah yang sekarang..
*bikin tulisan ini sambil ngakak sendiri di stasiun. Gilaaa.. gue punya bakat jadi fira basuki. Muakakakkakaka*

1 komentar:

Yulita Ika Pawestri mengatakan...

ckckckck daftar maneh wes naz.. lagi bukaan nih lho :p